Ya, pengamen, penghibur jalanan yang menebar suara demi kepingan uang. Lalu apa menariknya? Yang menarik adalah Saya juga seorang pengamen, yang rerintihnya berusaha diredam dengan nama modern, musisi jalanan.
Apa bedanya, kehidupan tetaplah kehidupan, kami butuh makan, walau jalanan hanya menyediakan kekejaman. Di balik kantong-kantong tebal itu ada beras kami. Di balik pintu APV itu kami gantungkan mimpi-mimpi pagi.
Tapi tak banyak yang mengetahui, profesi pengamen ini ternyata punya nilai yang jauh berbeda di mata sebagian masyarakat. Contohnya, masyarakat Bandung menilai profesi ini sebagai suatu pekerjaan yang halal dan lumrah. Prinsipnya, mereka menilai pengamen adalah pekerja yang terkungkung oleh himpitan dunia. Beda dengan peminta-minta.
Masyarakat lainnya, khususnya tanah kelahiran saya di Minangkabau, memberi nilai minus terhadap posisi pengamen. Pengamen diidentikkan dengan pengangguran kurang kerjaan, yang kebetulan punya gitar, lalu terinspirasi untuk menjejalkan suara mereka ke kuping-kuping besi para penumpang bus atau angkot.
Masyarakat pun lebih memilih menutup telinga dan hati mereka daripada sekedar mendengar lagu yang sebenarnya tangis. Tak ada yang berusaha mendalami, tak seorang pun dari kami yang rela mencari nafkah dengan cara seperti ini.
Bukannya membanding-bandingkan masyarakat mana yang lebih baik, dan Anda tentu juga punya pandangan sendiri tentang kami. Ini cuma soal apresiasi. Menghargai makhluk pribumi yang mengais-ngais rezeki.
Saya? Saya hanya mewakili aspirasi. Pengalaman hidup membuat Saya membuka mata, betapa uang begitu mulia dan manusia seakan menghamba padanya. Walau tujuan 'ngamen' Saya berbeda dengan para sesepuh pengamen lainnya, yakni menggalang dana untuk pagelaran seni, tapi setidaknya Saya pernah merasakan secuil dari kehidupan mereka.
Tolong jangan palingkan wajahAnda, jangan tepiskan kaleng kami, karena kami bukan sampah yang harus di benci dan dibasmi.
Terima Kasih.
MEET A PANDA'S LOVER !
- ane_luv_panda
- Bandung, Jawa Barat, Indonesia
- Assalamu'alaikum wr. wb. Well, you have seen my blog... Know me farther, meet the real art and panda lover !
Kamis, 18 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
puan pendayung sampan
tengah berlayar menemu pulau.
gerigis, air menyusut
kelak kan sampai jua
umpama gelombang nan terlewati
tak rela puan menepisnya
entah apa dan siapa disana
puan bergegas jua.
pulau tak bernama
rindu akan hadir puan
mungin itu saja...
Posting Komentar